Highly AuthenticHadith #19131,913 of 5,364

    سنن النسائي

    Sunan an-Nasa'i — Hadith 1913

    Compiled by Imam an-Nasa'i

    Arabic Text

    أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ مَنْصُورٍ الْبَلْخِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ ح وَأَنْبَأَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ فِي حَدِيثِهِ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ أَشْعَثَ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَ هَنَّادٌ قَالَ الْبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ وَقَالَ سُلَيْمَانُ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَأَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ أَمَرَنَا بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ وَإِبْرَارِ الْقَسَمِ وَنُصْرَةِ الْمَظْلُومِ وَإِفْشَاءِ السَّلَامِ وَإِجَابَةِ الدَّاعِي وَاتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ وَنَهَانَا عَنْ خَوَاتِيمِ الذَّهَبِ وَعَنْ آنِيَةِ الْفِضَّةِ وَعَنْ الْمَيَاثِرِ وَالْقَسِّيَّةِ وَالْإِسْتَبْرَقِ وَالْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ

    English Translation

    Telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman bin Manshur Al Balkhi] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abul Ahwash]. Demikian juga diriwayatkan dari jalur lain, dan telah memberitakan kepada kami [Hannad bin As Sari] dalam haditsnya dari [Abul Ahwash] dari [Asy'ats] dari [Mu'awiyah bin Suwaid]; berkata [Hannad]; berkata [Al Barra' bin 'Azib]; dan berkata [Sulaiman] dari [Al Barra' bin 'Azib] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kita untuk melakukan tujuh hal dan melarang kita dari tujuh hal: menyuruh kita untuk menjenguk orang-orang sakit, mendo'akan yang bersin, melaksanakan sesuai sumpah, memenuhi undangan serta mengikuti jenazah, dan melarang kita dari cincin yang terbuat dari emas, tempat minum yang terbuat dari perak, pelana yang terbuat dari sutra, Qasiyyah (pakaian bergaris yang ada sutranya), Istabrq (sutra tebal), sutra tipis, dan diybaj (pakaian yang serat kainnya terbuat dari sutra)."

    Share:

    About Sunan an-Nasa'i

    Born

    215 AH / 829 CE — Nasa, Turkmenistan

    Died

    303 AH / 915 CE

    Imam an-Nasa'i applied the strictest conditions of all Sunan compilers. He first wrote a larger collection (as-Sunan al-Kubra) then condensed it into al-Mujtaba. He was particularly rigorous in identifying weaknesses in narrator chains, resulting in a collection of very high reliability.

    An-Nasa'i's conditions for accepting narrators were stricter than those of Abu Dawud and at-Tirmidhi, making al-Mujtaba one of the most critically refined of the Sunan collections.

    Highly Authentic5,364 hadithsBrowse all Sunan an-Nasa'i

    Source: api.hadith.gading.devArabic text and English transliteration only. For full scholarly commentary, chain analysis, or legal rulings, consult a qualified Islamic scholar.