سنن النسائي
Sunan an-Nasa'i — Hadith 1239
Compiled by Imam an-Nasa'i
Arabic Text
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ آدَمَ قَالَ حَدَّثَنَا مُفَضَّلُ بْنُ مُهَلْهَلٍ عَنْ الْحَسَنِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَ صَلَّى عَلْقَمَةُ خَمْسًا فَقِيلَ لَهُ فَقَالَ مَا فَعَلْتُ قُلْتُ بِرَأْسِي بَلَى قَالَ وَأَنْتَ يَا أَعْوَرُ فَقُلْتُ نَعَمْ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ حَدَّثَنَا عَنْ عَبْدِ اللَّهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ صَلَّى خَمْسًا فَوَشْوَشَ الْقَوْمُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ فَقَالُوا لَهُ أَزِيدَ فِي الصَّلَاةِ قَالَ لَا فَأَخْبَرُوهُ فَثَنَى رِجْلَهُ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ قَالَ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ
English Translation
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Rafi'] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Mufadhdhal bin Muhalhal] dari [Al Hasan bin 'Ubaidullah] dari [Ibrahim bin Suwaid] dia berkata; "Alqamah pernah shalat lima rakaat, maka ia ditanya tentang hal yang diperbuatnya. Ia menjawab; 'Aku tidak melakukan hal itu. Aku melakukannya sesuai dengan kepalaku (ingatanku) '. Ia (Alqamah) bertanya; 'Dan kamu wahai A'war? ' Lalu ia menjawab, 'Iya'. Lalu ia (Alqamah) melakukan sujud dua kali." Kemudian [Alqamah] menceritakan kepada kami dari [Abdullah], dari Nabi Shallallahu'alaihi wasallam, bahwa beliau pernah shalat lima rakaat, sehingga orang-orang saling berbisik, Mereka kemudian berkata kepada Nabi Shallallahu'alaihi wasallam, "Apakah engkau menambah shalat ini?" Beliau Shallallallahu'alaihi wasallam menjawab: "Tidak" Lalu mereka memberitahu beliau tentang hal itu. Setelah itu beliau duduk dan sujud dua kali, lantas bersabda: "Aku manusia biasa, aku lupa sebagaimana kalian juga lupa."
About Sunan an-Nasa'i
Born
215 AH / 829 CE — Nasa, Turkmenistan
Died
303 AH / 915 CE
Imam an-Nasa'i applied the strictest conditions of all Sunan compilers. He first wrote a larger collection (as-Sunan al-Kubra) then condensed it into al-Mujtaba. He was particularly rigorous in identifying weaknesses in narrator chains, resulting in a collection of very high reliability.
An-Nasa'i's conditions for accepting narrators were stricter than those of Abu Dawud and at-Tirmidhi, making al-Mujtaba one of the most critically refined of the Sunan collections.
Hadith #1239 in Other Collections
Note: hadith numbers differ between collections — this links to the same number, not the same narration.
Related Islamic Tools
Source: api.hadith.gading.dev — Arabic text and English transliteration only. For full scholarly commentary, chain analysis, or legal rulings, consult a qualified Islamic scholar.